Perempuan Indonesia Harus Mandiri Secara Financial

by : Valencia Mieke Randa – @justsilly

working-mum

Hidup itu pilihan. Hidup itu buat saya adalah sumber pembelajaran. Dari sana,  saya belajar bahwa sebagai perempuan, saya harus pandai menempatkan diri baik sebagai pribadi yang mandiri, maupun sebagai partner yang sejatinya harus ikut andil dalam mendukung keuangan keluarga.

Jaman sekarang, perempuan menurut saya harus mandiri secara financial, dalam arti, apapun profesi kita, dimanapun kita berada, entah sebagai pekerja kantoran, maupun ibu rumah tangga, kita harus mandiri secara financial, dan menginvestasikan keuangan keluarganya secara cerdas.

In other words, perempuan harus punya penghasilan sendiri, dan harus pandai mengelola keuangannya.

Mengapa demikian?

Let me give you the example

Sahabat saya, sebelumnya bekerja, punya penghasilan yang cukup lumayan, fasilitas yang oke, tunjangan kesehatan yang terjamin dan karir yang mapan. Namun karena suaminya juga punya penghasilan yang lebih dari cukup, dia memutuskan untuk berhenti bekerja.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan ini, jika saja sahabat saya sudah mempersiapkan menghadapi masa depannya andai kondisi terburuk terjadi.

Hal yang tidak diperhitungkan oleh sahabat saya adalah bahwa umur dan apa yang akan terjadi kedepannya, itu tidak bisa kita prediksi. Dia tidak pernah memikirkan bagaimana jika nantinya suaminya kena PHK, or the worst: Meninggal dunia. It never even crossed in her mind. Buat dia, suaminya masih sehat dan sangat bugar, gak mungkin meninggal.

Singkat cerita, suaminya meninggal diusia 32 thn, Sakit Jantung, Penyakit yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Sekarang dia pusing memikirkan nasibnya sendiri dan ke 4 anaknya, terutama karena mereka sudah terbiasa hidup mewah.

Lain lagi cerita sahabat saya yang satu lagi. Dulu ketika menikah, dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan mengabdikan diri sepenuhnya pada suami dan keluarganya. Sayangnya, tahun berganti, suaminya malah berubah menjadi manusia yang kasar, suka mukul, temperamental, dan yang paling menyakitkan, suaminya berselingkuh dengan perempuan lain.

Well… Reality bites isn’t it?

What I’m trying to say is, as a women, we have to be financially independent. Artinya, kita harus punya penghasilan sendiri, dan harus pandai mengatur keuangan secara cerdas, baik keuangan sendiri maupun keuangan keluarga.

Dulu ibu saya mengajarkan ini: Perempuan harus siap 2 hal: 1. Ditinggal mati, 2. Ditinggal kawin. Terdengar sedikit “kejam” memang, tetapi harus disadari, ketika kita sudah siap dengan keadaan terburuk sekalipun, kita akan lebih kuat menghadapinya, dan bisa bersyukur jika kemudian hal-hal tersebut tidak terjadi dalam kehidupan kita.

*amit-amit… knock on the wood*

Yang terpenting adalah, ketika kita mandiri secara finansial, kita akan menjadi pribadi yang mandiri dan penuh percaya diri. Dan saya yakin banget, perempuan yang percaya diri, pasti akan membesarkan anak-anak yang mandiri dan percaya diri juga.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah: Apakah itu berarti perempuan harus bekerja di kantoran?

Tidak juga. As I said before, hidup itu pilihan. Memilih menjadi wanita pekerja sama mulianya dengan memilih menjadi ibu rumah tangga. Hanya saja, menurut saya, jadilah ibu rumah tangga yang kreatif, dan bisa punya penghasilan sendiri, serta mengelola dan menginvestasikan keuangan keluarga dengan cerdas.

Jaman sekarang, banyak hal yang bisa kita kerjakan dari rumah. Internet menawarkan banyak sekali peluang untuk kita berkreasi dan berbisnis, menjalankan usaha kita dari rumah, tanpa harus meninggalkan anak dan  tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

Demikian juga dengan kemampuan menginvestasikan keuangan keluarga. Karena saya tidak dalam kapasitas menjelaskan bagaimana berinvestasi dengan baik, maka saya menyarankan bagi para perempuan diluar sana untuk belajar dan mencari tau bagaimana menginvestasikan keuangan dengan benar.

Supaya kelak ketika tua kita tidak menghabiskan sisa hidup kita terus menerus mencari uang, hanya karena tidak punya tabugan/simpanan hari tua.

Selamat menjadi perempuan yang mandiri dan percaya diri.

Salam Hangat,
Valencia Mieke Randa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *